MGOALINDO – Pembalap Petronas Sprinta Racing, Xavi Vierge menilai bahwa hanya satu kali di MotoGP Aragon jauh lebih banyak ruginya daripada keuntungan yang didapat.

Vierge ditawari oleh Petronas SRT untuk gantikan Franco Morbidelli, dengan test rider Yamaha, Cal Crutchlow kembali menjalankan peran sebagai pendamping Fabio Quartararo di tim pabrikan garpu tala.

Akan tetapi, tidak seperti Jake Dixon yang langsung menerima begitu saja untuk balapan di Silverstone. Vierge justru menolak kesempatan untuk debut di MotoGP Aragon.

Jelas penolakan Vierge mengundang berbagai reaksi. Pasalnya, tak setiap hari seorang pembalap Moto2 ditawari peluang berlomba dengan menggunakan motor balap MotoGP.

Akan tetapi, lain halnya dengan Vierge. Sang pembalap Spanyol tidak melihat ada keuntungan yang bisa diambil. Menurutnya, ia malah bakal memetik banyak kerugian lantaran hanya satu kali tampil.

“Pada awalnya, kesempatan untuk balapan di MotoGP muncul dengan sendirinya dan tidak mungkin untuk mengatakan tidak,” kata Vierge kepada Motorsport.com.

“Tapi kemudian saya memikirkannya dengan cara yang jelas dan, kesimpulannya, saya lebih banyak rugi daripada untung.

“Itu karena saya tidak akan jadi bagian dari tim MotoGP tahun depan dan hanya melakukan satu balapan tidak ada gunanya bagi kami. Tidak peduli seberapa bagus hasil yang saya cetak.

“Ini juga tidak mungkin, melihat hasil orang lain yang mengendarai motor ini. Jika saya tampil buruk, maka itu bisa sangat memengaruhi saya di masa depan.” tutupnya.